BLOG DIAJAR

Posted: September 28, 2011 in ngacapruk

tast. . . . .  .


Menggali Cara Belajar Efektif Lewat Pengalaman Kata orang tua dulu kalau mau pandai kita harus banyak-banyak meluangkan waktu untuk belajar. Tak salah memang, tapi bagaimana bila kita adalah sosok aktivitas kampus yang sebagian besar waktunya tersita untuk kegiatan di luar akademis. Apakah ini berarti sang aktivis tak mungkin meraih pretasi maksimal? Tentu saja tidak. Dalam posisi seperti ini ada kepiawaian lain yang perlu anda kantongi dengan efektif. Bukan hal mudah memang. Gali pengalaman Mendapatkan cara belajar yang efektif harus dimulai dengan belajar memahami diri sendiri. Ini bisa dilakukan dengan cara menggali pengalaman belajar di masa lalu. Selidik saat-saat anda berhasil meraih IP gemilang semester lalu. Cari tahu faktor-faktor apa yang membuat anda bersemangat dan nyaman belajar. Apakah karena pengajarnya adalah sang dosen favorit ataukah karena anda telah menemukan teman diskusi yang cocok. Bila rekan diskusi menjadi faktor penunjang ada baiknya formasi belajar yang sudah terbentuk tetap dipertahankan Selanjutnya cari tahu cara belajar yang paling pas. Jangan sekedar ikut-ikutan karena hal ini sifatnya sangat personal. Cara belajar kelompok bersama beberapa teman yang pas untuk Ina belum tentu cocok dengan anda yang merasa lebih nyaman berkutat menyelesaikan soal-soal sulit sendirian di kamar. Temukan pula kapan otak benar-benar masih fresh, siap diajak berjibaku dan berpikir keras. Gunakan saat-saat tersebut untuk mempelajari materi-materi yang susah baru kemudian berangsur pada hal-hal yang lebih mudah. Belajar akan jadi efektif bila anda bisa berkonsentrasi penuh. Karenanya menemukan tempat belajar yang nyaman penting adanya. Bisa jadi tempat ini bukan di kamar melainkan di ruang tamu atau ruang perpustakaan keluarga yang dilingkupi suasana tenang. Pilih saja mana yang pas karena setiap orang punya ruang favoritnya sendiri-sendiri. Belajar dari kekurangan Tak kalah penting, cermati model ujian apa yang bisa membuat anda tampil prima. Bila merasa kesulitan dengan ujian lisan, alokasikan waktu belajar yang lebih lama untuk mata kuliah yang biasa diujikan dengan cara ini. Kekurangan pun tak lagi jadi hambatan meraih pestasi. Dengan mengevaluasi masalah, anda bisa mengetahui mana celah yang harus diwaspadai dan kelebihan yang bisa dimanfaatkan. Berbekal peta kekuatan diri waktu belajar pun jadi lebih efektif. Karenanya jangan abaikan pengalaman, karena pengalaman bisa menjadi lentera untuk menerangi perjalanan anda di semester mendatang. Semoga bermanfaat bagi pembaca yang budiman Share more knowledge is better By indra setiawan